Rumus Disposable Income untuk Mengatur Keuangan

By | 16 December 2021

Umumnya Disposable Income lebih dikenal sebagai pendapatan nasional di suatu negara. Padahal istilah ini juga bisa digunakan dalam mengatur keuangan pribadi setiap individu agar lebih sistematis. Oleh karena itu, berikut dihadirkan rumus disposable income yang sangat diperlukan agar pemasukan rumah tangga semakin terkontrol dengan baik ke depannya.

Namun sebelum masuk ke pembahasan mengenai rumus disposable income, ada baiknya mengenal terlebih dahulu istilah tersebut beserta faktor yang mengikuti. Tanpa berlama-lama, langsung saja simak uraian singkat berikut ini!

Definisi Disposable Income

Disposable income merupakan hasil yang berasal dari pengurangan pendapatan dengan pungutan wajib langsung (bumi, kendaraan, bangunan, dsb). Selain itu, pemasukan ini juga bisa didapatkan melalui hasil tabungan sehari-hari. Inilah sebabnya, suatu income memiliki pengaruh besar dalam aktivitas perekonomian rumah tangga maupun skala nasional.

Unsur dalam disposable income sangat erat sebagai pengatur keuangan individu ataupun yang sudah berkeluarga. Karena dengan memakai aspek tersebut seseorang bisa mendapatkan income bersih dari hasil kerja di sebuah negara. Sehingga nantinya dapat dijadikan tolak ukur apakah pemasukan yang diterima habis untuk kebutuhan hidup atau sebagai sumber investasi.

Ketetapan dalam Disposable Income

Untuk menentukan pendapatan yang dapat dibelanjakan dalam suatu rumah tangga diperlukan suatu ketetapan mutlak. Berikut ini akan dijabarkan rumus disposable income secara sederhana dan keterangannya. Umumnya rumus yang dipakai adalah Pendapatan Kotor (tahunan) – (Pajak Langsung). Dengan keterangan:

  • Ketetapan disposable income di atas berlaku pada hasil kerja yang telah dikurangi oleh pajak langsung maupun biaya lainnya;
  • Untuk pendapatan kotor merupakan total pemasukan dalam setahun; dan
  • Sementara pajak yang dimaksud yaitu pungutan wajib selama satu tahun tanpa adanya pengalihan.

Walaupun rumus di atas sangat singkat, namun dalam pemakaiannya terdapat beberapa variabel yang saling terkait apalagi saat ingin mencari pendapatan kotor. Seperti domestik bruto, disusul nasional bruto, lalu produk dan pendapatan nasional neto serta pendapatan pribadi. Di mana kelima unsur tersebut cukup penting diketahui.

Faktor dalam Disposable Income

Dalam menentukan rumus disposable income selain variabel yang berkaitan satu dengan lainnya, juga ada sejumlah faktor yang mendukung ketetapannya. Mengapa demikian? Ini karena pemasukan yang dimaksud adalah pendapatan bersih dari penghasilan yang diperoleh. Daripada penasaran, langsung saja perhatikan poin penting di bawah ini!

1. Pajak Langsung

Pungutan wajib baik itu PPh, PKB, dan PPB sangat berpengaruh dalam disposable income seseorang. Di mana saat tarif yang dikenakan oleh pemerintah menurun maka pendapatan yang dibelanjakan akan meningkat. Sehingga barang atau jasa yang ingin digunakan bisa segera direalisasikan.

2. Pendapatan Kotor

Berasal dari pribadi atau individu yang mana semakin tinggi penghasilan, maka peluang untuk memiliki pendapatan bersih akan lebih besar. Hanya saja, aturan perihal nilai pajak yang telah ditetapkan (tanggungan) kepada orang tersebut tidak meningkat. Karena pada beberapa orang, pemasukan berpengaruh dengan besaran PPh.

3. Keadaan Politik & Ekonomi

Faktor yang satu ini terbilang cukup vital karena ketika sebuah negara mengalami resesi secara otomatis pemerintah akan meningkatkan tarif pajak. Di mana income bersih seseorang lebih tinggi dari sebelumnya, begitupun sebaliknya. Jika kondisi politik dan ekonomi terus membaik maka penghasilan akan semakin tinggi.

Itulah rumus disposable income dan sejumlah hal yang tak kalah penting dalam mengatur keuangan pada rumah tangga. Jika seseorang lebih bijak dalam mengelola penghasilan dalam jangka satu tahun, kemungkinan kondisi keuangan akan stabil. Sekaligus mencegah potensi memburuknya kebutuhan hidup harian.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *